Cara Membuat RAB Rumah dan Bangunan Lain : Pekerjaan Persiapan Kedua

Melanjutkan dari artikel sebelum tentang cara membuat RAB Rumah dan Bangunan Lain pada tahap persiapan. Berikut ini beberapa contoh komponen pekerjaan persiapan yang harus diperhitungkan dalam penyusunan RAB untuk pekerjaan pembangunan proyek gedung bertingkat .

crane
Sumber Foto: riauaktual.com

1. Keamanan proyek, pada umumnya dihitung dalam satuan bulan atau ls.
Selama proyek berlansung keamanan proyek sangat perlu diperhatikan dengan menugaskan satpam selama 24 jam (dapat dibagi dalam beberapa shift pengamanan) jumlah satpam sangat tergantung dari lokasi dan luasan proyeknya. Perlu diperhatikan dan diperhitungkan biaya koordinasi dengan aparat keamanan setempat.

2. Shop drawing dan asbuilt drawing, pada umumnya dihitung dalam satuan ls.
Shop drawing adalah gambar yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan. Shop drawing merupakan gambar detailing dan gambar koordinasi antara gambar struktur, gambar arsitektur, dan gambar mekanikal elektrikal. Sedangkan asbuilt drawing adalah gambar hasil pelaksanaan pekerjaan.

Yang perlu diperhitungkan adalah berapa copy dan dokumen yang dipersyaratkan. Misal as built drawing untuk jumlah total gambarnya 200 lembar diminta menyerahkan kalkir dan copy blueprint 3 rangkap, tentu biaya yang dikeluarkan cukup besar.

Misalnya jika print kalkir 1 lembar Rp. 30.000,- dan copy blueprint Rp. 20.000,- perkiraan biayanya sebesar = 200 x 30.000,- + 200 x 20.000,- x 3 = Rp. 30.000.000,-. (Perhitungan ini hanya contoh)

3. Administrasi proyek, pada umumnya dihitung dalam satuan ls.
Administrasi proyek berupa pembuatan laporan harian, mingguan, dan bulanan. Biasanya laporan ini juga dibuat beberapa rangkap sehingga perlu diperhitungkan biayanya.

4. Peralatan K3, pada umumnya dihitung dalam satuan ls.
Peralatan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) diperlukan tergantung dari jenis proyeknya. Secara umum terbagi menjadi penyediaaan alat pelindung diri (seperti helm, safety shoes, sepatu boot, dan lain-lain), penyediaan banner dan rambu-rambu K3 (misalnya rambu-rambu tanda bahaya untuk peralatan listrik, dan lain-lain), penyediaan peralatan keselamatan / safety (contohnya bangunan bertingkat tinggi memerlukan jaring pengaman proyek / safety net dan safety deck).

5. Asuransi CAR, TPL, dan Jamsostek, pada umumnya dihitung dalam satuan ls.
Pada saat ini asuransi sangat penting dalam pelaksanaan suatu proyek, secara umum terdapat 3 jenis asuransi yang sering digunakan yaitu asuransi CAR, asuransi TPL (kerugian pihak ketiga), dan asuransi tenaga kerja seperti BPJS Ketenagakerjaan. Besarnya biaya premi asuransi tergantung dari besaran nilai proyeknya. Untuk perkiraan perhitungkan biaya premi asuransi CAR, TPL, dan BPJS Ketenagakerjaan.

6. Pembersihan lokasi, pada umumnya dihitung dalam satuan bulan atau ls.
Pada dasarnya pembersihan lokasi ini sebenarnya terbagi dua, yaitu pembersihan lokasi / area yang akan dikerjakan biasa diperhitungkan dalam satuan m2 (hanya satu kali di awal pelaksanaan) dan pembersihan lokasi selama berlangsungnya proyek (secara berkala untuk menjamin kebersihan proyek). Sehingga pembangunan proyek berjalan dengan lancar. Selain itu perlu juga diperhitungkan biaya pembuangan sampah / puing keluar lokasi proyek yang biasa diperhitungkan per m3 atau per rit.

Itulah beberapa tahap persiapan dalam pembangunan gedung bertingkat yang dapat digunakan sebagai referensi dalam membuat penyusunan RAB Bangunan.

Referensi: rumahmaterial.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *